nasta rofika

kaum muda yang diperlukan adalah orang-orang yang mampu memimpikan sesuatu yang tak pernah diimpikan oleh siapapun (John. F. Kennedy)

Welcome my friends.. :)

Where there's a will,there's a way. You're What you thinking of ;)

Rabu, 22 Juni 2011

Valentine Bersama Rasulullah (Part II)

Pada dasarnya, valentine hanya sebuah sejarah yang mengusung cinta dan kesetiaan begi para penganutnya. Satu hal yang bisa saya maknai dari momen ini, tentang bagaimana menghargai dan bersyukur setiap anugerah yang ada pada diri kita. Meskipun saya sendiri bukan penganut Valentinisme –saya buat sendiri- namun berusaha tetap menghargai. Hal itu yang dilakukan sahabat lelaki saya –kali ini orangnya sudah berbeda dan bukan cinta-cintaan lagi- pagi ini. Ini tahun kedua kalinya kami dihadapkan pada tanggal 14 Pebruari sejak kami berkomitmen untuk menuju jenjang yang lebih serius, namun tahun ini berbeda sehari lebih awal dari 14 Pebruari. Malam sebelumnya, dia mengirimi saya sms agar paginya saya segera siap-siap plus terlihat cantik versi saya. Sebelumnya, dia tak pernah bersikap aneh apalagi berhubungan dengan Valentinisme dan tetek bengeknya. Berharap dia akan memberikan surprise yang indah barang kali, saya mempersiapkan diri semaksimal mungkin. Dia menjemput saya dengan senyum termanis menurut saya yang dia punya, seperti biasa seusai salam, kata-kata yang selalu keluar dari bibirnya adalah “ cantik!” saya pun sudah semakin kebal dan tidak mempan dengan gombalan mautnya yang super simple, membuat geli dan senang tentunya. Perjalanan kami terhenti dan mampir di sebuah toko dan kali ini sahabat lelaki saya tidak biasanya, dia keluar dari toko dengan membawakan saya sebatang cokelat putih sederhana dan manis. Aneh sekali.


Kami pun terkekeh sendiri melihat tingkah kami. Akhirnya, perjalanan kami terhenti di suatu rumah yang ku tahu dengan jelas rumah itu rumah sahabat lelakiku. Sederhana dia berkata “ Tahun ini kita Valentine-an dengan Rasulullah ya!”. Subhanallah. Rupanya ia mengajak saya untuk mengikuti pengajian maulidurrasul yang ada di rumahnya dan momen ini valentine atau apalah hal paling takjub dan surprise yang pernah dia suguhkan untuk saya. Betapa bodohnya ketika saya berharap yang aneh-aneh tentang kencan romantic, surprise party dan lain sebagainya. Kalau dia ternyata menyuguhkan yang lebih indah dari pada setangkai mawar. Subhanallah. Benar-benar membuat hati kecil saya malu. Jika saya bisa mengingat dan berefleksi dari masa lalu, betapa menyesalnya saya saat itu, harus rela berbohong apalagi dengn dalih belajar demi merayakan hari Valentine dengan pergi ke pasar malam, bahkan saya sendiri tidak paham saat itu tentang apa itu Valentine yang justru malah melewatkan kebersamaan bersama ibu, kasih sayang yang tak hanya saya dapat saat Valentine day, tetapi setiap saat dari ayah dan ibu serta adik saya. Kasih sayang yang melebihi segala hal. Betapa inginnya saat itu memberikan sesuatu kepada sahabat lelaki dengan tulus ikhlas tanpa dalih valentine atau apapun itu. Betapa menakjubkannya sehabat lelaki special saya hari ini, yang mengajak untuk memberikan salam terhangat kepada Rasulullah, manusia yang mencintai umatnya melebihi cinta ibu kepada anaknya. Yang selalu mengajarkan tentang cinta secara universal, cinta kepada sesama, kepada semua makhluk hidup, kepada udara, alam dan seisinya. Jika kita memahami lebih dalam ada suatu hakikat cinta yang abadi dan begitu hebat, yakni cinta Allah kepada setiap hambanya, tidak hanya di hari valentine, tetapi setiap detik dan sangat dekat melebihi urat nadi kita. Cinta yang Dia berikan dalam berbagai bentuk dan berbagai cara.

Cerita ini cuplikan dari sebuah cerita saya…


1 komentar:

muhammad ridwan mengatakan...

:) aku suka cerita ini